Datacenter Jakarta, Indonesia Disk NVMe · KVM Bayar QRIS, tanpa kartu kredit Mulai Rp20.000/bulan
Migrasi

Migrasi Shared Hosting ke VPS Tanpa Downtime

Langkah pindah website dari shared hosting (cPanel) ke VPS Indonesia: pilih paket, siapkan server, pindahkan file & database, uji via hosts file, ganti DNS.

4 Oktober 2026 · 8 menit baca · Tim VPS Indonesia

Pindah ke VPS adalah lompatan performa terbesar bagi website yang mulai lambat di shared hosting. Kuncinya: siapkan server baru sampai benar-benar jalan, uji tanpa mengubah DNS, baru pindahkan trafik.

1. Pilih paket yang setara atau lebih lega

Lihat pemakaian di cPanel lama (disk, jumlah situs, pengunjung). Patokan: 1 situs → Mini 2 GB; 2–3 situs → Lite; 4–6 situs → Starter. Bandingkan kriteria di VPS Indonesia terbaik.

2. Siapkan VPS

Pesan paket, pilih Ubuntu 24.04, lalu ikuti panduan keamanan dasar dan pasang panel — misalnya CloudPanel (panduan WordPress) atau HestiaCP bila kamu ingin pengalaman mirip cPanel (email, DNS, FTP).

3. Pindahkan file & database

Cara mudah (WordPress): plugin All-in-One WP Migration / Duplicator — ekspor di hosting lama, impor di VPS.

Cara umum (situs apa pun):

  1. Di cPanel lama: Backup → Download a Full Account Backup, atau unduh folder public_html dan ekspor database via phpMyAdmin.
  2. Unggah ke VPS: rsync -avz -e "ssh -p PORT" ./public_html/ root@IP:/home/situs/htdocs/domainmu.com/
  3. Impor database: mysql -u user -p nama_db < dump.sql
  4. Sesuaikan konfigurasi (wp-config.php, .env): host DB, user, password.
  5. Samakan izin file: chown -R user:user /path/situs.

4. Uji tanpa mengubah DNS

Edit file hosts di komputermu agar domain mengarah ke IP VPS:

  • Windows: C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts
  • macOS/Linux: /etc/hosts
103.x.x.x  domainmu.com www.domainmu.com

Buka situs di peramban — kamu melihat versi VPS sementara pengunjung lain masih ke hosting lama. Periksa halaman, login admin, form, checkout, dan email (jika dipindahkan). Hapus baris hosts setelah selesai.

5. Email: pindahkan atau pisahkan

Email adalah bagian paling rawan. Dua pilihan aman:

  • Pisahkan ke layanan email (Google Workspace, Zoho, atau penyedia email lokal) — paling disarankan.
  • Jalankan sendiri di VPS dengan HestiaCP/Mailcow — butuh IP dedicated, rDNS, SPF/DKIM/DMARC, dan paket minimal Starter 4 GB.

6. Turunkan TTL, lalu ganti DNS

Sehari sebelum pindah, set TTL record A ke 300 detik. Saat siap: ubah A (dan AAAA bila ada) ke IP VPS. Dalam 5–60 menit mayoritas pengunjung sudah diarahkan ke VPS. Pasang SSL Let’s Encrypt begitu DNS mengarah.

7. Setelah pindah

  • Pantau log error 24 jam pertama.
  • Jangan langsung tutup hosting lama — tunggu 1–2 minggu.
  • Jadwalkan backup otomatis.
  • Nikmati TTFB yang lebih rendah berkat server Jakarta dan NVMe.

Butuh arahan saat migrasi? Tim support siap membantu via WhatsApp.

Praktikkan

Paket yang cocok untuk panduan ini

Mini

VPS 30 ribu, RAM 2 GB — siap WordPress.

Rp30.000/bulan

  • 1 vCPU Intel Xeon
  • 2 GB RAM
  • 25 GB NVMe
  • Jakarta · IP publik

Lite

VPS 50 ribu — 2 vCPU, 3 GB, serba bisa.

Rp50.000/bulan

  • 2 vCPU Intel Xeon
  • 3 GB RAM
  • 40 GB NVMe
  • Jakarta · IP publik

Starter

RAM 4 GB & NVMe 60 GB untuk bisnis kecil.

Rp65.000/bulan

  • 2 vCPU Intel Xeon
  • 4 GB RAM
  • 60 GB NVMe
  • Jakarta · IP publik

Mulai dari Rp20.000, aktif dalam hitungan menit

Pilih paket sesuai kebutuhan, bayar via QRIS, dan server Jakarta kamu siap dipakai. Upgrade kapan saja tanpa instal ulang.